12 Tips Membeli Kado untuk Anak yang Bermanfaat

Kado untuk Anak

Anak adalah anugerah yang dititipkan oleh Tuhan ke dalam hidup setiap orang tuanya. Menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain dengan mencurahkan cinta dan perhatian, cara selanjutnya adalah dengan memberikan hadiah. Kado untuk anak dapat berupa aja saja yang menjadi kegemaran si anak.

Memberi hadiah untuk anak tidak harus dengan barang-barang mewah nan mahal. Pada dasarnya, seseorang akan merasa senang ketika diberi kado apapun, termasuk seorang anak. Lalu, apa sajakah tips yang perlu dipertimbangkan ketika membeli kado bagi anak? Yuk, kita simak beberapa hal berikut ini.

Mungkin anda juga akan tertarik membaca artikel seputar kado untuk anak di bawah ini:

Tips Membeli Kado untuk Anak yang Perlu Bunda Perhatikan

1. Sesuaikan dengan Budget

Hal pertama yang paling mendasar dalam memilih kado anak adalah budget-wise alias sesuaikan dengan budget masing-masing. Memberi kado tidak perlu bernilai mahal atau bermewah-mewahan. Hadiah berupa barang atau mainan terbaik belum tentu yang harganya mahal. Lagipula, anak belum sepenuhnya mengerti akan nilai sebuah barang atau mainan yang diberikan kepadanya.

Hadiah yang sederhana namun berkualitas baik akan jauh lebih bermakna diberikan kepada anak daripada barang-barang dengan harga yang mahal. Selain itu, jika seorang anak terbiasa menerima barang-barang yang bernilai tinggi, ia akan selalu mengharapkan kado anak yang bernilai serupa dan akan merasa tidak lebih puas dengan barang yang bernilai lebih murah.

Penting diingat bahwa kecenderungan sifat dan perilaku seorang anak bisa muncul dan berkembang sejak dini. Oleh karena itu, sedini mungkin pula kita ajarkan agar ia mampu belajar untuk menerima dan menghargai pemberian yang ia terima.

2. Sesuaikan dengan Usianya

Memilih kado untuk anak sesuai dengan usianya adalah salah satu keputusan yang bijak. Itu berarti, kita concern dengan usia si anak dan kita paham mana yang baik untuknya. Kita mengetahui bahwa tidak semua barang atau mainan yang diberikan akan berdampak baik untuk usianya saat itu.

Pada mainan anak misalnya. Saat ini sudah banyak mainan anak di luaran sana yang menyertakan informasi tentang batas usia minimum penggunanya (age-appropriate). Informasi tersebut biasanya tertera pada kemasan luar atau packaging mainan itu sehingga pasti dapat terbaca oleh para orang tua. Diharapkan agar informasi sepenting itu dapat menjadi pertimbangan orang tua atau siapapun dalam memilih kado untuk anak. Pendampingan dan pengawasan para orang tua juga menjadi hal yang penting ketika anak-anaknya sedang bermain atau beraktivitas.

3. Sesuaikan dengan Kegemaran atau Hobinya

Perhatikan hal yang menjadi kegemaran atau hobi anak dalam kesehariannya. Hadiah untuk anak berdasarkan kriteria ini juga sangat penting. Tidak hanya bagi kebahagiaan si anak, tetapi juga penting untuk tumbuh kembangnya. Jika seorang anak gemar menggambar, menghadiahinya dengan seperangkat alat menggambar atau melukis tentu akan sangat menyenangkan.

Memberi hadiah untuk anak berdasarkan hobinya mulai dapat diidentifikasi pada usia tertentu. Misalnya, setelah beberapa kali uji coba bermain lempar-tangkap bola, diketahui bahwa ia ternyata hobi bermain baseball. Nah, menghadiahi anak tersebut dengan tongkat atau glove baseball pasti akan sangat sesuai dengan minat utamanya saat itu.

4. Pastikan Keamanannya

Hal selanjutnya yang patut menjadi perhatian dalam menentukan kado untuk anak anak adalah keamanannya. Jangan hanya terpaku dengan harga yang mahal namun ternyata barang atau mainan tersebut memiliki potensi bahaya dalam tingkatan tertentu.

Memilih kado untuk anak anak sebaiknya memperhatikan bahan yang digunakan. Pastikan tidak terbuat dari bahan atau lapisan yang berbahaya, terutama mainan untuk bayi atau balita yang sedang dalam fase senang memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Selain itu, pastikan juga barang atau mainan tersebut tidak memiliki sisi-sisi yang tajam atau berbahaya bagi anak.

5. Pilih Kado yang Berguna

Pilihan hadiah anak berikutnya adalah sesuatu yang bermanfaat. Tidak hanya bermanfaat bagi proses tumbuh kembangnya saja, tetapi juga dari sisi masa pakainya. Mainan yang berguna untuk memicu motorik anak antara lain balok susun, puzzle, hingga bola plastik.

Hadiah anak berupa barang juga sebaiknya yang bisa ia gunakan berkali-kali atau yang bisa dimainkan secara bersama-sama. Contohnya seperti papan tulis kapur, alat masak-masakan atau perlengkapan makan anak. Pilihlah mainan yang kira-kira memiliki jangka waktu yang panjang dalam masa pakai ataupun dari keawetannya.

6. Tidak Berlebihan

Tips mengenai ide kado untuk anak selanjutnya adalah tidak berlebih-lebihan. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak selalu baik. Pun begitu dalam soal menghadiahi anak. Para orang tua sebaiknya tidak terlalu sering memberi hadiah berupa mainan kepada anak-anak mereka. Apresiasi memang penting, namun sebaiknya diberikan dalam kadar yang sewajarnya.

Ide kado untuk anak berupa mainan sebaiknya diberikan secara bertahap dalam kurun waktu tertentu. Tidak membanjirinya dengan terlalu banyak mainan juga dapat mengajarkan seorang anak untuk lebih fokus dengan apa yang ia miliki saat itu saja. Hal ini penting agar anak tidak mudah terdistraksi dengan mainannya yang lain.

7. “Sharing is Caring”

Memberi hadiah untuk anak anak sebaiknya dengan suatu barang atau mainan yang dapat ia gunakan bersama teman-temannya. Hal ini dapat mengajarkan si anak tentang rasa berbagi dengan orang lain. Anak belajar untuk menjadi aware bahwa ia hidup berdampingan dengan orang lain dan belajar untuk tidak egois.

Tidak hanya itu, berbagi barang atau mainan yang dipunyai akan mengajarkan anak tentang cara bersosialisasi. Hal tersebut penting untuk kepercayaan dirinya, bahwa ia mampu membuka diri kepada orang lain selain keluarganya. Jadi, ketika kelak kita memilih hadiah untuk anak anak, coba pertimbangkan poin ini, ya.

8. Bila Ragu, Pilih Buku

Ketika kita tidak yakin dalam memilih kado untuk anak anak yang tepat, belilah buku. Buku bagi balita hingga anak-anak usia pra-sekolah akan sangat berguna bagi tumbuh kembangnya. Membacakan buku secara rutin dapat menstimulasi mereka untuk mendengar dan mulai berbicara.

Sedangkan bagi anak-anak di usia sekolah bahkan hingga tingkat perguruan tinggi, memberi kado untuk anak anak berupa buku merupakan pilihan yang tidak pernah salah. Sesuaikan dengan kebutuhan si anak yang sudah bisa membaca secara mandiri dan kegemaran akan genre bacaannya. Buku adalah jendela dunia yang mampu memperluas pandangan mereka yang sedang dalam tahap perkembangan.

9. Mainan yang Mengedukasi

Pilih mainan yang mengedukasi sebagai hadiah anak. Menurut anak, bermain adalah ‘pekerjaan’ baginya. Berikan ia mainan yang bagus yang dapat membuatnya mempelajari banyak hal baru dan membangun relasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Contoh mainan edukasi untuk hadiah anak adalah wooden blocks atau balok kayu susun, berbagai macam memory game, dan sebagainya. Mainan edukasi yang baik adalah mainan yang mampu menstimulasi sensorik dan motorik si anak pada usia tertentu.

10. Mainan yang Mendorong Aktivitas Fisik

Tips membeli kado untuk anak sebaiknya pertimbangkan suatu barang atau mainan yang bisa memicunya untuk melakukan berbagai macam aktivitas fisik seperti lompat tali, papan seluncur, sepatu roda, bermain bola, dan sebagainya. Hal ini dapat merangsang kepercayaan diri dan kemampuan anak dalam berolahraga.

Seiring dengan kecanggihan teknologi, semakin banyak anak yang lebih gemar bermain dengan gadget-nya. Padahal, anak-anak juga butuh melakukan aktivitas fisik secara rutin seperti orang dewasa. Salah satu hal yang ingin dihindari sedini mungkin adalah potensi obesitas pada anak. Jadi, tips membeli kado untuk anak yang tidak kalah penting adalah segala sesuatu yang dapat mendorongnya untuk beraktivitas fisik agar geraknya semakin lincah, ya.

11. Mainan yang Tidak Spesifik Gender

Cara membeli hadiah untuk anak dengan bijak, salah satunya adalah dengan mempertimbangkan barang atau mainan yang tidak spesifik untuk gender tertentu, alias dapat dimiliki atau dimainkan oleh siapapun, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan begitu, anak akan belajar dan terbiasa untuk bersikap adil sejak dini dan berani untuk mengambil sikap.

Anak-anak akan mempelajari bahwa kelak ia akan berkutat dan bersinggungan dengan banyak hal dan berbagai macam manusia di dunia ini. Bahwa seorang anak laki-laki tetap bisa membantu Ibu atau istrinya kelak ketika memasak atau mengurus newborn. Seorang anak perempuan juga kelak bisa meniti karir sebagai pembalap mobil dan menjadi seorang Ibu sekaligus.

12. Mainan yang Mendorong Rasa Kooperatif dan Kompetitif

Rekomendasi terakhir dalam cara membeli hadiah untuk anak adalah pilihlah barang atau mainan yang mendorong rasa bekerja sama sekaligus jiwa berkompetisi dalam dirinya. Contohnya seperti permainan berbasis papan (board game) misalnya ular tangga, Monopoly, hingga Twister.

Tidak hanya seru-seruan, board game juga mampu mendorong fokus anak agar bisa berkonsentrasi dengan maksimal dalam menyelesaikan misi di permainannya. Selain itu, bermain board game bersama-sama juga meningkatkan quality time dengan keluarga.

Kesimpulan Hadiah untuk Anak

Memberi kado untuk anak merupakan salah satu cara dalam menunjukkan kasih sayang sekaligus bentuk apresiasi atas hal-hal baik yang telah mereka lakukan. Hadiah untuk anak yang bisa diberikan sejatinya tidak terbatas pada benda-benda seperti mainan, gadget, pakaian, dan sejenisnya saja. Tetapi juga bisa berupa hiburan, liburan, dan pengalaman.